Hari Pernikahan Kita.

Apa itu impian pernikahan?

Hakikatnya, setiap perempuan pasti ingin sekali menikah dengan lelaki yang disukainya, begitu juga dengan Hanna Maheswari. Perempuan bergaun putih yang sedang duduk menunggu sang lelaki mengucap janji suci pernikahan itu pun, ia ingin sekali posisi pelaminan yang diinjaknya itu diisi oleh Galaksi—kekasih lama Hanna dan bukanlah Zaffran, lelaki yang dijodohkan oleh keluarganya. Namun, sekarang, di detik lelaki itu mengucapkan janji suci pernikahan, Hanna memutuskan untuk yakin dengan hubungan yang diambilnya ini. Ia memutuskan untuk membuka hati untuk lelaki yang telah menjadi suaminya itu, dan perlahan melupakan kekasihnya.

Bisakah Hanna melakukan itu? Dan sanggupkah Zaffran bertahan dengan pernikahan cinta sepihak ini?

Kalau dikata berat, jujur berat sekali. Tapi, beruntungnya Hanna, suaminya tidak mempermasalahkan hal itu. Ia justru menjanjikan Hanna dengan seluruh hidupnya. Janji bahwa Zaffran akan selalu menjadi suami terbaiknya, dan berjanji akan selalu disisi Hanna baik suka maupun duka.

Memang bukan pernikahan impian. Tapi, jika Tuhan lebih tahu impian pernikahan seperti apa yang baik untuk mereka, mereka bisa apa? Seperti itulah hidup, tidak semua hal yang terjadi di dunia ini harus selalu sesuai dengan keinginan kita. Karena Tuhan lebih tahu apa yang kita inginkan.

***

“Kak, kalo gue belum jatuh cinta sama lo juga, jangan nungguin gue, ya? Cerain gue aja, gue ikhlas kok.”

“Hann, tapi kalau kamu udah jatuh cinta sama saya, bisa kita mulai semuanya dari nol?”

Hanna mengangguk pasti. “Gue janji. Kalo gue udah cinta sama lo, gue siap menyerahkan hidup gue sepenuhnya ke lo, Kak. Tapi, kalo gue cinta beneran sama lo.”

Lelaki itu mengangguk paham.

Hanna mengulurkan tangannya, “Deal?” Zaffran membalas jabatan tangannya. “Deal, istriku sayang…,” ucapnya sambil tersenyum jahil.

“ISH, LO TUH YA!” teriak Hanna.

© jjaewookims.