Haidan Mati?
tw // bullying, accident, mention of death
Di rooftop sana, Haidan yang sedang sendirian, tiba-tiba saja ia mendapat rangkulan dari seorang pria. Itu Rangga dan Nathan.
“Sendirian aja, Dan, nggak main sama Atlas?” ujar Rangga memulai pembicaraan.
Haidan mencoba melepaskan rangkulan itu, bukan takut, tetapi ia tidak suka di rangkul-rangkul. “Nggak, lagi mau sendiri,” jawab Haidan singkat.
“Ohhh, lagi mau sendiri,” ucap Nathan sembari melirik ke yang lainnya.
“Iya, jadi, kalian semua bisa tolong pergi nggak?” pinta Haidan.
“Gue bakal pergi kok, tapi—”
Bughh!
Haidan terjatuh, ia meringis kesakitan. Pukulan dari Rangga sukses membuatnya menjadi tidak berdaya.
“Pukul!” perintah Iqbal kepada yang lainnya.
Rangga, Nathan, Kaluna, Dita, dan Rachel pun segera memukul Haidan habis-habisan. Haidan menghindar, bahkan sesekali ia membalas pukulannya. Tetapi, lagi dan lagi ia terjatuh.
“Lo tuh, penghambat nilai kami,” ucap Rangga sambil mencengkram dagunya. “Dan lo juga yang udah bikin nilai gue merosot ke bawah,” ujar Rangga.
“HAJAR LAGI!” perintah Iqbal lagi. Dan semuanya pun mengikuti.
Lagi, Haidan kalah. Jupiter telah menyiksanya habis-habisan. Melihat Haidan yang sudah babak belur, para geng Jupiter pun bubar serentak.
Setelahnya, Haidan mencoba mengambil ponselnya yang jatuh. Ia pun menelepon saudara kembarnya, Ardhan dan Darren. Namun nahas, mereka tak menjawab panggilan dari Haidan.
Bel sekolah berbunyi, semua murid-murid telah pulang. Haidan yang berada di rooftop mencoba berdiri menuju pintu keluar. Tetapi, saat hari mulai malam, tiba-tiba saja…
Seorang pria berjaket hitam, memakai masker yang nyaris tak dikenali—mencekik lehernya dengan keras.
Haidar sesak, bahkan ia melawan pria tersebut sekuat tenaga. Namun, orang tersebut jauh lebih kuat dari yang ia duga. Sampai akhirnya, ia berada diposisi dinding rooftop sana, terbaring seakan orang tersebut akan menjatuhkannya.
“Kamu itu harusnya mati!” ujar pria itu yang mencekiknya lagi.
“Si-si-a-pa?” ucap Haidan terbata-bata.
“Kamu itu harusnya nggak lahir di dunia ini,” ucap pria itu lagi.
Haidan semakin sesak pernapasannya, memohon agar orang itu mengampuninya. Tetapi, malang sekali nasib Haidan, orang tersebut menjatuhkan Haidan ke bawah.
Dari bawah sana, tubuh Haidan penuh dengan darah yang bercucuran. Apakah Haidan mati?
© jjaewookim.