Apa Kakak udah punya pacar?
1 bulan yang lalu...
“Kak,” panggil Hanna sambil memakan ice cream dan lelaki itu pun menoleh.
“Apa kakak udah punya pacar?” tanya Hanna tiba-tiba.
“Kenapa kamu nanya?” Zaffran bertanya balik.
“Apa kakak punya? tanya Hanna penasaran.
“Enggak,” jawab Zaffran singkat.
“Beneran?” tanya Hanna dengan mata yang berbinar-binar.
“Hmm.”
“Apa kakak bercanda?”
Zaffran menggeleng tidak.
“Ah, kalau gitu, apa kakak mau menikah denganku?” ujar Hanna bertanya dengan gugup.
Zaffran tercengang. Ia menelan ludahnya sendiri karena terkejut. “Tiba-tiba?”
“Kakak mau?”
Mendengar kata itu, membuat Zaffran teringat pada kejadian sepuluh tahun yang lalu.
Flashback on.
“Hanna…” panggil siswa laki-laki itu dengan napas yang terengah-engah karena usai berlari.
“Kenapa, Kak?”
“Ada yang mau kukatakan padamu,” jawabanya dengan nada yang masih terengah-engah.
“Apa itu, Kak?”
“Aku suka sama kamu. Jadi, apa kamu mau berkencan denganku?”
“Nggak!” tolak Hanna mentah-mentah.
“Kenapa?”
“Ya ... karena kakak bukan tipeku,” ucap Hanna jujur.
Flashback off.
“Wahhh,” ucap lelaki itu seraya tidak percaya dengan pertanyaan Hanna barusan. “Hann! Aku kan udah bilang sama kamu kalau waktu itu aku cuma bercanda. Jadi ... jangan dianggap serius ya?”
“Tapi aku serius, Kak, aku nggak bercanda. Aku ingin menikah denganmu.”
Sejak saat itu dan sejak Zaffran menyetujuinya, mereka berdua pun saling mengenal lebih dalam lagi dan mulai membuat rencana untuk pernikahannya.
“Kak, kamu nggak usah khawatir. Aku akan mulai belajar mencintaimu. Dan kamu bisa membantuku, kan?”
“Tentu. Aku akan melakukan apapun untukmu.”
“Benarkah?”
“Hmm, apapun. Jadi, kamu nggak usah khawatir. Aku di sini, aku akan selalu bersamamu,” tuturnya.
© jjaewookims.